Minggu, 26 Maret 2017

tugas iad pertemuan 3

Nama : Zhafira Febrianty
Kelas : 1PA12
NPM : 17516934
Pertemuan 3
Perkembangan Teknologi dalam Kehidupan Sehari-hari (2 perkembangan)
1.      Perkembangan Kulkas


Lemari pendingin atau kulkas merupakan suatu benda elektronik yang berfungsi untuk mendinginkan suatu makanan guna mengawetkan makanan tersebut agar tidak cepat basi. Kulkas dapat bekerja karena menggunakan metode dasar dari proses pendinginan dimana merubah energi panas dari suatu lingkungan
Sebelum munculnya lemari pendingin proses pengawetan makanan melalui berbagai proses. Ada yang menggunakan senyawa alami seperti garam dalam pengasinan, dan ada pula yang memakai teknik pemanfaatan seperti pengeringan menggunakan sinar matahari ataupun melakukan pemanasan. Akan tetapi, pendinginan dianggap hal yang utama karena mampu mengawetkan daging, susu, sayuran dan buah-buahan. Sebenarnya, kebutuhan akan pengawetan makanan adalah untuk mencegah manusia dari bencana kelaparan. Sejak manusia mampu melakukan budidaya baik dari sumber makanan hewani dan tumbuhan, penyimpanan dalam jangka waktu yang lama sangat dibutuhkan. Oleh karena itu sejak ribuan tahun sebelum masehi, peradaban manusia telah menemukan berbagai cara dalam mengawekannya, khususnya dalam proses pendinginan (cooling) dan pembekuan (freezing).
Pada tahun 1748, seorang kimawan dari Skotlandia William Cullen mendemonstrasikan cara membuat es. Hal ini menstimulus ilmuwan lain untuk menciptakan penemuan-penemuan di bidang pendinginan. Akan tetapi, belum ada ilmuwan yang mampu menciptakan sebuah alat yang lengkap dalam membuat es. Peradaban pada saat itu hanya masih mampu membuat sebuah tempat untuk menyimpan es. Kotak es ini dibuat menggunakan kayu.
Pada tahun 1834, Jacob Perkins, seorang penemu asal Amerika Serikat membuat mesin pendingin pertama. Namun, mesin pendingin yang dibuat sangat berbahaya karena menggunakan gas berbahaya sebagai bahan pendingin. Dengan biaya pembuatan yang mahal mesin pendingin ini dianggap dapat menyebabkan kematian. Penemuan gas yang aman dalam penggunaan proses pendinginan menjadi titik awal terciptanya kulkas modern. Freon digunakan oleh para ilmuwan pada tahun 1920an untuk membuat mesin pendingin. Dengan berkembangnya berbagai aplikasi di bidang pendinginan, kemajuan di bidang ini tak hanya merambat ke dunia penyediaan bahan makanan. Bahkan, hingga sekarang freon tak hanya digunakan untuk kulkas juga untuk penyejuk udara di rumah maupun di alat-alat transportasi.
2.      Perkembangan Setrika


Kata setrika berasal dari bahasa Belanda yaitu strijkijzer, yang artinya menghilangkan kerutan dari baju dengan alat yang dipanaskan. Namun bangsa Chinalah yang awalnya mengenal dan menggunakan setrika sejak satu abad sebelum masehi. Pada masa itu, bangsa China menggunakan wajan besi dengan pegangan panjang yang berisi batu bara kemudian ditekankan pada baju yang hendak dirapihkan.
Pada tahun 400 SM, setrika dengan bentuk yang mirip dengan setrika modern mulai dikenal dan digunakan oleh bangsa Yunani. Saat itu setrika digunakan untuk membuat lipatan-lipatan vertikal pada pakaian-pakaian kebesaran yang akan digunakan untuk melakukan upacara atau ritual tertentu.
Pada abad ke- 17, setrika mulai muncul di Barat dengan nama sadiron. Sadiron berbentuk sepotong besi yang tebal dengan permukaan rata dan diberi pegangan besi. Cara menggunakannya yakni dipanaskan di depan perapian terbuka atau kompor. Sayangnya, begitu sadiron dipanaskan, pegangannya pun ikut panas.
Pada tahun 1870, seorang ibu rumah tangga bernama Mary Florence Potts di Lowa menemukan setrika cetak (cast iron). Sebenarnya setrika ini merupakan setrika sadiron yang dua ujungnya dibuat runcing, agar menyetrika lebih mudah.
Barulah pada akhir abad 19, muncul penemuan setrika yang bisa memanaskan sendiri. Seperti setrika yang bisa diisi batu bara atau arang yang membara, ada juga yang menggunakan bensin dan alkohol sebagai bahan bakarnya. Ketika muncul listrik, muncul pula penemuan baru lagi yang mempermudah penggunaan setrika yakni setrika listrik yang pertama kali dipatenkan pada tahun 1882. Sayangnya, tidak semua rumah menggunakan listrik. Pada awal abad ke-20, setrika listrik mulai populer, Sobat Orbit. Hingga akhirnya tahun 1920-an muncul setrika listrik dengan pengatur suhu. Kini, setrika pun mulai berkembang dengan berbagai inovasi  dengan kelengkapan seperti wadah air, uap panas, dan lain-lain. 
Perkembangan Teknologi yang Digunakan dalam Psikologi ( 2 perkembangan)
1.      E-Counseling
E-Counseling  merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media tersebut mereka dapat memberikan intervensi psikoterapi itulah yang disebut dengan E-counseling atau e-mail counseling. E-mail conseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet, dimana proses terapi terlebih dahulu dilakukan melaui media ini, untuk kemudian menyususn rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face akan dilakukan. Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberika pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan komunikasi verbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya tidak di temui dalam terapi face-to-face (secara langsung)  (Sumber : http://www.jmir.org)
2.      Program SPSS.
Program ini memang dibuat untuk membantu berbagai bidang ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Psikologi pun menggunakan aplikasi ini dalam membantu mengolah data. Data yang bisa diaplikasikan dalam SPSS adalah data secara kuantitatif. Aplikasi SPSS sangat membantu bidang psikologi ketika seseorang sedang melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam penelitian jumleh subjek yang dibutuhkan tidaklah sedikit, karena untuk memperoleh hasil yang akurat memerlukan cukup banyak subjek sebagai respondennya. Disinilah peranan SPSS sangat dibutuhkan, data yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data yang sedikit dan sangat melebihi daya tampung manusia jika pengolahan tersebut harus dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan, hasil yang tidak akurat, dan akan sangat membuang energi


Sumber :















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...