Kamis, 23 Maret 2017

Tugas 3 matematika dan ilmu alamiah dasar Ayu sekarni

Nama        : Ayu sekarni
Npm         : 11516246
Tugas        : ketiga


1. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Mencuci pakaian 

Kali ini saya akan menjelaskan perkembangan mencuci pakaian dari zaman dahulu hingga zaman saat ini yaitu zaman modern, cara mencuci pakaian zaman dahulu yaitu hanya dengan cara bilasan tangan sampai dengan mesin pencuci.
  •   Awal mencuci dengan bilasan tangan


Zaman dahulu umumnya yang dilakukan perempuan ketika mencuci adalah di sungai dengan tujuan memanfaatkan air dengan menggunakan air  yaitu baju hanya dibilaskan saja dengan tangan. Dan menjemurnya dengan dahan dan ranting yang terkena matahari

  • .      Mencuci dengan kayu gerigi


Mencuci dengan menggunakan kayu gerigi dan batu sebagai alat penghilang noda. Dan menjemurnya pun juga dengan dahan dan ranting yang terkena matahari 

  • .      Mencuci dalam bejana

Bagi masyarakat yang jauh dari sungai, proses mencuci dilakukan dengan merendam pakaian dalam bejana yang dipanaskan di atas tungku. Setelah diangkat dari bejana, kain-kain yang dicuci dipilin dan dipukul-pukul dengan tongkat kayu untuk membersihkan kotoran, kemudian dibilas dengan air bersih dan masa inilah terciptanya sabun dari lemak, abu dan air dan menjemurnya pun masih dengan dahan dan ranting yang terkena matahari. 
  • .      Ide membuat dua kolam

Pada abad ke-18 dan ke-19 muncul ide dari eropa yaitu membuat dua kolam : kolam pertama untuk mencuci dan kolam kedua untuk mebilas bersih pakaian( agar para kaum wanita tidak perlu lagi khawatir akan derasnya air sungai serta terhindar dari sengatan matahari karna terpayungi atap 
  • .      Mesin dari tabung kayu

Mesin-mesin tersebut terbuat dari tabung kayu dengan rangka besi, di mana tuas digerakan oleh tangan untuk menguras rendaman cucian di dalam tabung. Namun demikian, untuk noda-noda yang membandel, mesin-mesin tersebut dinilai tidak lebih ampuh dibandingkan dengan mencuci dengan tangan
  • .      Mesin cuci listrik

Mesin cuci merupakan peralatan rumah tangga listrik yang terdiri dari komponen-komponen listrik yang dirangkai sedemikian rupa, sehingga dapat berfungsi untuk mencuci, membilas dan memeras/ mengeringkan pakaian. Mesin cuci merupakan kelompok alat rumah tangga listrik dalam penggolongan pengkondisian mekanis karena pada mesin cuci tenaga listrik dikonversi menjadi energi mekanik. Tenaga mekanik inilah yang dimanfaatkan untuk dapat melakukan fungsi mencuci, membilas dan mengeringkan pakaian. Mesin cuci memiliki tenaga pengerak elektrik yang sering disebut sebagai motor listrik dengan berbagai macam kapasitas.
2. TEKNOLOGI DALAM BIDANG PSIKOLOGI  

Teknologi Internet 
Seiring perkembangan zaman dan pesatnya kemajuan teknologi(IPTEK) di dunia maupun di Indonesia,dengan beragam dampak positif maupun negatif. Di era globalisasi ini bisa terbilang semua serba gadget, contohnya laptop dan handphone, koneksi internet dapat dengan mudah diakses dengan kedua gadget ini..Pemakaian internet sangat mudah, cepat, dan cenderung dapat dijangkau oleh ‘semua umur’. Orang yang tidak punya media tsb juga tidak jarang pergi ke rental/warnet. Karena dapat dijangkau oleh ‘semua umur’ tetapi internet mencakup global, jadi ada ‘hal-hal’ yang tidak pantas dilihat oleh anak di bawah umur, seperti pornografi, karena akan ada dampak psikologis pada anak yang dikhawatirkan anak akan matang sebelum waktunya. Oleh karena itu pemakaian internet pada anak di bawah umur harus dengan pengawasan. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi remaja pun harus terkontrol, karena remaja masih labil dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.selain itu, penggunaan internet secara adiktif juga dapat membuat seseorang lupa waktu, kecenderungan susah berhenti dan akhirnya kecanduan(Internet Addiction Disorder/IAD). Jika kita sudah sulit mengkontrol, maka akan semakin banyak yang terabaikan. Contohnya: makan menjadi tidak teratur, tidur tidak teratur, kelelahan fisik, kegagalan dalam mengatur waktu(individu yang teradiktif mengatakan akan bermain game online sebentar), kegagalan menyelesaikan tugas(untuk karyawan yang menggunakan internet tidak untuk pekerjaannya), kegagalan pendidikan/pekerjaan(jika tidak digunakan sesuai ‘tempatnya’), serta gangguan psikologis. seorang psikiater dari New York university, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku yang  seperti ini gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai,  Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut beberapa hal keberadaan Teknologi Informasi bisa menjadi suatu ilmu yang membantu dalam upaya pengembangan ilmu dan pemaksimalan dalam aplikasi ilmu Psikologi. Seperti dengan internet kita bisa mengakses langsung situs-situs psikologi dengan mudah dan lebih cepat.Salah satu contohnya adalah e-psikologi.
  1. E-Counseling merupakan salah satu bentuk nyata aplikasi Teknologi Informasi dalam bidang Psikologi. Internet menawarkan suatu proses psikoterapis yang menggunakan suatu media komunikasi yang baru, dimana melalui media tersebut  dapat memberikan intervensi psikoterapi. Itulah yang disebut dengan E-counseling atau e-mail counseling. Sedangkan  E-mail conseling merupakan pelayanan intervensi psikologi yang dilakukan melaui Internet. Proses terapi terlebih dahulu dilakukan melaui media ini agar dapat disusun rencana dalam melakukan intervensi psikologi secara face-to-face yang akan dilakukan. Fungsi dari e-counseling adalah untuk membantu terapis dalam mengumpulkan sejumlah data yang terkait dengan kliennya, sebelum akhirnya terapis dan klien sepakat untuk bertemu secara langsung untuk melakukan proses terapis selanjutnya. Dalam aplikasinya, psikoterapi online menawarkan tantangan etika baru bagi mereka para terapis yang tertarik untuk menggunakan media ini dalam memberikan pelayanan psikologi. Perbedaan antara komunikasi berbasis teks interaktif dan komunikasiverbal in-person menciptakan tantangan etika baru yang sebelumnya tidak di temui dalam terapi face-to-face (secara langsung).
  2. Bentuk lain dari penerapan teknologi dalam psikologi adalah program SPSS. Program ini memang dibuat untuk membantu berbagai bidang ilmu dalam mempermudah pengembangan ilmu tersebut. Psikologi pun menggunakan aplikasi ini dalam membantu mengolah data. Data yang bisa diaplikasikan dalam SPSS adalah data secara kuantitatif. Aplikasi SPSS sangat membantu bidang psikologi ketika seseorang sedang melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kuantitatif. Dalam penelitian jumleh subjek yang dibutuhkan tidaklah sedikit, karena untuk memperoleh hasil yang akurat memerlukan cukup banyak subjek sebagai respondennya. Disinilah peranan SPSS sangat dibutuhkan. Data yang telah diperoleh untuk diolah bukanlah data yang sedikit dan sangat melebihi daya tampung manusia. Jika pengolahan tersebut harus dilakukan secara manual, akan terjadi kelelahan, hasil yang tidak akurat, dan akan sangat membuang energi dalam pelaksanaanya. Dengan aplikasi SPSS lah berbagai masalah yang muncul jika diolah secara manual dapat teratasi.
                http://andinurroni-reportase.blogspot.co.id/2015_03_01_archive.html 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...