Sabtu, 19 November 2016

TUGAS IBD3 Iva Dhiandra Ritmayola

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR
IVA DHIANDRA RITMAYOLA
1PA12 / 13516628

1. Jelaskan pengertian manusia dan keadilan menurut pendapat anda!
Manusia disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia mempunyai akal budi yang diberikan oleh Tuhan agar mampu membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar, juga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi pemimpin di muka bumi ini. Selain itu juga manusia juga disebut sebagai “makhluk sosial” yaitu dimana manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan hidup berdampingan antara individu satu dengan individu yang lain.
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun. Keadilan adalah perlakuan yang sama tanpa memandang ras, suku, agama, bangsa, dll. Keadilan adalah perlakuan yang seimbang tanpa memihak ke siapapun. Jika kata adil di telaah dalam Al-Qur’an, keadilan berasal dari akar kata ‘adl, itu, yaitu sesuatu yang benar, sikap tidak memihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan(“hendaknya kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan)

2. Carilah sebuah kasus yang berkaitan dengan manusia, kebudayaan, dan keadilan. (Kasus dalam kehidupan nyata atau sebuah dalam film)
a. Cantumkan judul kasusnya.
b. Buatlah sinopsis dari kasus yang akan dibahas.
c. Analisislah apa yang menjadi akar permasalahan dalam kasus tersebut!
d. Keadilan seperti apa yang diterapkan dalam kasus tersebut!

Jawab:
a. Judul Film              : Law Abiding Citizen
    Pemain                   : Jamie Foxx, Gerard Butler, Leslie Bibb, Christian Stolte


b. Sinopsis
            Clyde Shelton (Gerard Buttler) pernah mengalami masa-masa indah dalam hidupnya ketika ia bersama seorang anak dan seorang istri yang sangat dia cintai. Tanpa ia sangka, kebahagiaan itu kemudian hilang karena direbut oleh dua orang penjahat yang membunuh anak dan istrinya itu.
Proses peradilan kemudian dilakukan terhadap dua pelaku pembunuhan tersebut. Tetapi, salah satu dari pelaku pembunuhan tersebut berjanji kepada jaksa Nick Rice (Jamie Foxx) akan memberikan kesaksian yang memberatkan kepada satu temannya lagi dengan syarat agar dia memperoleh keringanan hukuman. Tanpa diduga oleh Shelton, permintaan pelaku tersebut dipenuhi. Hal ini tentu saja membuat Shelton geram dan kemudian merancang suatu aksi balas dendam terhadap kedua pelaku tersebut.

Tindakan balas dendam ternyata tidak hanya sampai di situ. Shelton tidak puas dengan hanya membunuh 2 orang pembunuh istri dan anaknya tersebut. Shelton akan membunuh semua orang yang berhubungan dengan kasusnya itu dengan alasan memberikan pelajaran terhadap kesalahan masa lalu yang dilakukan oleh Nick yang melakukan perjanjian terhadap orang yang terbukti bersalah sebagai pelaku pembunuhan keluarga Shelton. Shelton mengancam Nick akan membunuh rekan-rekan kepolisian Nick apabila Nick tidak mampu untuk memperbaiki sistem peradilan yang ada.
Jeniusnya, walaupun Shelton dijebloskan ke penjara karena telah melakukan serangkaian aksi pembunuhan, tetapi, ternyata ia masih mampu melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang ingin dia bunuh guna menuntaskan rasa kepedihan dan sakit hatinya terhadap hukum yang dia rasa tidak adil itu.

c. Akar Permasalahan
            Film ini selanjutnya berkisah tentang bagaimana usaha Clyde Shelton menemukan keadilan untuk kematian istri dan anaknya. Namun, persoalanya tidak semudah yang dipikirkan oleh Shelton. Jaksa yang bertugas untuk mengawal kasus Shelton yaitu Nick Rice (Jamie Foxx) kesulitan untuk mencari bukti. Bukti-bukti yang didapat tidak cukup untuk menjerat tersangka, Clarence Darby dan Rupert Ames, dengan vonis mati.
Rice lalu membuat berkas terpisah dengan harapan salah satu pelaku akan berperan sebagai saksi bagi tersangka lainnya. Ia berhasil. Darby kemudian mengambil peran itu dengan bersaksi bahwa pelaku pembunuhan adalah Ames. Darby pun mendapatkan kompensasi bahwa ia tidak akan dihukum mati.
Mengetahui hal tersebut membuat Shelton kecewa karena ia melihat dengan jelas bahwa pelaku pembunuhan sebenarnya adalah Darby. Ia lalu mengajukan protes kepada Rice. Rice pun menyadari apa yang dilakukannya akan tetapi persoalannya adalah bukan apa yang diketahui oleh Shelton namun apa yang dapat dibuktikan di pengadilan. Untuk itulah ia melakukan negosiasi. Putusan pengadilan akhirnya keluar. Darby dihukum kurang lebih 5 tahun sedangkan Ames di vonis mati.
Alur cerita kemudian berkisah sepuluh tahun setelah putusan pengadilan. Dengan bekal sepuluh tahun, Shelton mempelajari seluk-beluk hukum. Dengan modal demikian, ia mencoba untuk memperbaiki hukum melalui caranya sendiri. Skenario pun ia buat dengan matang. Bermula dengan mensabotase pelaksanaan vonis mati Ames dan merekam pembunuhan Darby, ia seolah ingin menyerahkan diri untuk ditangkap dan diadili.
Shelton akhirnya berhasil ditangkap. Namun, Rice -yang bertindak sebagai jaksa- kembali mengalami kesulitan untuk mendapatkan bukti untuk mendakwa Shelton. Pada saat itulah Rice mengulangi perbuatanya dengan melakukan negosiasi kepada Shelton dengan mengharapkan pengakuan pembunuhan. Dengan lugas Shelton mengulangi apa yang pernah diucapkan Rice sepuluh tahun lalu kepadanya, “this is not about what you know, this is what you can prove in court.”
Saat berada di dalam penjara Clyde masih sempat mengancam Nick Rice untuk memperbaiki kesalahan yang ia lakukan sepuluh tahun silam atau satu per satu orang yang terlibat akan mati. Meski berada di balik jeruji besi, Clyde ternyata terbukti mampu melaksanakan niatnya itu. Kini tanggung jawab berada di pundak Nick karena hanya Nick yang bisa menghentikan serangkaian pembunuhan itu.

d. Keadilan seperti apa
            Film “Law Abiding Citizen” berkisah tentang pembantaian terhadap keluarga Clyde Shelton. Istri dan anaknya dibunuh secara sadis. Dua pelaku pembunuhan itu -Clarence Darby dan Rupert Ames- akhirnya dibawa ke meja hijau.
Darby adalah pelaku utama yang menikam pisau ke tubuh korban dan Ames berperan sebagai medepleger (turut serta). Kasus ini ditangani oleh jaksa penuntut umum yang sedang naik daun, Nick Rice yang diperankan oleh aktor Jamie Foxx. 
Rice kesulitan untuk mendapat bukti yang kuat untuk menjerat kedua pelaku tersebut dalam menangani kasus ini. Rice pun terpaksa melakukan bargainingdengan salah seorang terdakwa, Darby. Berkas perkara Darby dan Ames memang dipisah dalam persidangan. Darby didaulat menjadi saksi mahkota dalam berkas perkara Ames. Alhasil, Ames dijatuhi vonis hukuman mati. Sedangkan Darby hanya divonis lima tahun penjara.
Dalam sebuah penanganan perkara, penggunaan saksi mahkota memang kerap dilakukan. Bila ada dua terdakwa atau lebih yang melakukan pembunuhan, berkas perkaranya dipisah dalam persidangan. Tujuannya agar masing-masing terdakwa 'diadu' untuk memberikan kesaksian yang memberatkan satu sama lain. Inilah yang disebut sebagai saksi mahkota.
Praktik ini diikuti dengan plea bargain, yakni jaksa memberi tuntutan hukuman yang ringan bagi terdakwa yang berperan sebagai saksi mahkota. Praktik plea bargain memang sangat dikenal dalam criminal justice system di Amerika Serikat . 
Clyde -diperankan oleh aktor Gerard Butler- tentu saja kecewa berat dengan hasil sidang pengadilan. Pasalnya, ia melihat dengan jelas bagaimana Darby menikam istri dan anaknya hingga tewas. Namun, hukuman yang diterima Darby hanya lima tahun penjara. Ia juga sangat kecewa dengan tindakan Rice karena sudah berulangkali diingatkan agar tidak melakukan bargaining dengan terdakwa.
Namun, Rice justru memberi alasan yang membuat miris dunia peradilan. “Beginilah sistem hukum dan peradilan kita bekerja,” ujar Rice. Ia beralasan, bila bargaining tidak dilakukan maka dua terdakwa justru akan divonis bebas. Meski Clyde yakin Darby melakulan pembunuhan, tetapi bukti-bukti yang ada tidak cukup kuat untuk membuktikan itu. Clyde harus menerima kenyataan bahwa hukum adalah pembuktian di ruang sidang.
Film ini semakin seru saat mengambil latar kejadian 10 tahun setelah penjatuhan vonis tersebut. Clyde mulai merancang sebuah peradilan jalanan sebagai ajang balas dendam. Darby dibunuh secara sadis. Tubuhnya dimutilasi hingga menjadi 25 bagian. Namun, ia melakukannya tanpa meninggalkan bukti apapun.
Waktu 10 tahun memang digunakan Clyde yang seorang insinyur untuk belajar hukum. Buku anotasi putusan-putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat pun ia santap. Ia tahu betul hak-hak yang dimilikinya bila kelak menjadi tersangka atau pun terdakwa. Dan yang lebih penting lagi, ia paham bahwa terdakwa baru bisa divonis bersalah bila terdapat bukti-bukti yang cukup kuat. Clyde pun sangat tenang saat ditetapkan sebagai terdakwa. Rice kembali menjadi jaksa penuntut umum untuk kasus ini.
Clyde memang ditahan selama proses pemeriksaan. Namun, itu tak mengurungkan niatnya untuk terus melakukan pembunuhan. Sejumlah orang yang dianggapnya terlibat dalam penjatuhan vonis ringan terhadap pembunuh istri dan anaknya satu persatu mati terbunuh. Clyde memang cukup cerdas melakukan semua itu dari dalam tahanan. Karenanya, salah satu tagline film ini adalah “How do you stop a killer who is already behind bars?”
Keadilan yang ada dalam film ini adalah saat Clyde Shelton berusaha untuk mengungkapkan kebenaran yang harus di tunjukkan di muka hukum bahwa hukuman yang didapatkan tersagka tidaklah seimbang dengan apa yang dia alami dan dia rasakan. Vonis hakim yang diberikan kepada tersangka tidaklah tepat. Disini, Clyde menjunjung tinggi keadilan dan tidak menyerah untuk menunjukkan yang terjadi sebenarnya. Clyde mencai cara agar semua yang dia alami juga dirasakan pada pihak-pihak yang bersangkutan dengan kasus yang sedang dihadapinya ini. Clyde sangat menyayangi istri dan anaknya, namun sayangnya hal tragis terjadi pada sang istri dan anaknya yang dibunuh oleh kedua orang yang menjadi pelaku di kasus ini namun mendapatkan hukuman yang tak sebanding. Clyde lalu membalaskan dendam nya dengan membunuh orang-orang yang berkaitan dengan kasus ini.

Daftar Pustaka:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...