Rabu, 02 November 2016

MANUSIA, CINTA KASIH, DAN KEBUDAYAAN

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR# 2
Nama : Eni Setiawati
NPM  : 12516338
Kelas : 1PA12
Pengertian manusia menurut pendapat saya :
Manusia merupakan mikrokosmos karena di dalam dirinya terdapat semua unsur kosmos yang tersebar dan berdiri masing-masing. Merupakan satu-satunya makhluk Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk yang diciptakanNya. Manusia merupakan makhluk yang terdiri dari unsur-unsur jasadi, hewani, nabati, insani, dan ruhani atau rabbani.
Jasad atau badan yang terbuat dari tanah dan akan kembali ke tanah. Hewani, yang hidup dan beraktivitas dengan dukungan indra dan insting. Nabati, yang selalu berkeinginan untuk  tumbuh dan berkembang. Insani, yang memiliki daya intelektualitas yang disebut sebagai akal yang bertumpu pada otak. Serta ruhani atau rabbani, yang memiliki kendali atas unsur-unsur sebelumnya, yaitu keyakinan yang tinggi terhadap adanya suatu Dzat yang telah menciptakan dirinya sebagai suatu makhluk yang utuh dan memiliki kesadaran akan pentingnya keimanan untuk selalu taat pada aturan dan menghamba kepada Tuhan.
Sumber : Hidayat, Komaruddin. 2015. PSIKOLOGI KEBAHAGIAAN. Jakarta: Noura Books.
Cinta kasih menurut saya :
Cinta adalah sebuah rasa suka dan ketertarikan yang mendalam yang ada pada tiap-tiap jiwa manusia sebagai anugerah dari Tuhan. Cinta merupakan pengorbanan dan kepedulian yang tiada habis.
Sedangkan kasih merupakan wujud dari perasaan cinta itu sendiri. Kasih adalah bentuk ketulusan dan pengabdian tanpa pamrih. Kasih adalah satu-satunya tindakan yang manusia yakini, ketika mereka memberi dan membagi kepada makhluk hidup lainnya, tak akan ada yang habis ataupun berkurang dari dirinya, justru akan memperkaya kebahagiaan dan memberikan kedamaian bagi jiwanya.
Cinta kasih merupakan asupan wajib bagi hati tiap makhlukNya yang bernyawa. Hati yang tidak diisi dengan perasaan cinta dan tindakan kasih akan kering dan menularkan penyakit pada pikiran dan jasad tiap individu karena tak akan ada gairah untuk sekadar menikmati atau melanjutkan hidup. Cinta kasih merupakan tali yang mengikat setiap makhlukNya untuk saling bergantung, kunci dari sebuah perdamaian, keajaiban yang dapat menciptakan keselerasan serta keharmonisan hidup, dan kestabilan semesta.
Kebudayaan adalah :
Kebiasaan atau tindakan hasil dari pemikiran manusia yang dinilai baik atau buruk, perlu dan tidak perlu untuk mendukung keberlangsungan hidup bagi sebagian masyarakat yang dilakukan secara berulang yang kemudian mereka sepakati untuk dijadikan sebuah rutinitas. Bersifat turun-temurun dan telah mengakar di dalam pikiran dan hati masyarakat tersebut.
Hubungan antara manusia, cinta kasih, dan kebudayaan :
Manusia, cinta kasih, dan kebudayaan merupakan bentuk keselarasan semesta. Manusia terlahir karena adanya cinta kasih. Dan kebudayaan tercipta karena adanya manusia. Manusia tak bisa terlepas dari kebergantungan terhadap manusia lain, saling berinteraksi, bertukar pikiran dan berpendapat. Pada dasarnya setiap manusia menginginkan perasaan damai dan suasana nyaman. Keinginan itulah yang membuat mereka saling bersikap peduli terhadap satu sama lain untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Berawal dari kepedulian menjadi saling terikat. Secara alamiah rasa cinta kasih itu akan tumbuh karena terbiasa bersama. Cinta kasih diantara manusia menghasilkan cipta, rasa, dan karsa. Kebudayaan dapat tercipta sebagai bentuk perwujudan cinta kasih manusia terhadap sesama dan juga cinta kasih manusia terhadap Tuhan. Banyak juga kebudayaan yang tercipta karena suatu bentuk kebersyukuran seorang hamba terhadap nikmat Tuhannya.
Contoh Kebudayaan Cinta Kasih terhadap Sesama Manusia
GUGUR GUNUNG WUJUD GOTONG ROYONG MASYARAKAT GUNUNGKIDUL
Gugur gunung memiliki arti suatu kerja yang dilakukan secara bersamaan tanpa mengharap imbalan, jadi lebih mirip dengan kerja bakti atau gotong royong. Istilah gugur gunung banyak dipakai dalam keseharian masyarakat Jawa. Di daerah Gunungkidul sendiri Gugur gunung merupakan wujud gotong royong yang telah lama ada di masyarakat Gunungkidul.
Seperti kebanyakan daerah di nusantara, mulai dari ujung Indonesia timur sampai ujung barat tentu saja memiliki kekhasan tersendiri dalam memahami sebuah kerjasama dalam kehidupan masyarakat. Baik dalam bentuk kerjasama swadaya yang bertujuan membangun sarana umum ada juga yang berbentuk kepedulian masyarakat dalam membangun  sarana pribadi didasarkan pada kesamaan keinginan untuk saling membantu tanpa mengharapkan upah akan tetapi bermodalkan saling membantu dan mewujudkan kerukunan bersama.
Selain karena latar belakang masyarakat tradisional cenderung lebih giat melakukan gotong royong akan tetapi kegiatan ini merupakan wujud rasa persaudaraan sejati yang akhir-akhir ini mulai tergerus oleh arus budaya dan aktivitas manusia yang cenderung padat. Buntut dari arus modernitas ini menjadikan keengganan masyarakat untuk saling membantu dan mereka lebih menyukai penilaian hasil kerja keras dengan “uang” dan meninggalkan eksistensi kebersamaan dalam gotong royong ini. Padahal jika ditelaah manfaatnya justru dengan gotong-royong ini akan sedikit mengesampingkan individualisme dan materialisme, akan tetapi mendahulukan kebersamaan daripada sekedar materi.
Sumber : http://www.gedangsari.com/gugur-gunung-wujud-gotong-royong-masyarakat-gunungkidul.html
Contoh Kebudayaan Cinta Kasih terhadap Tuhan
ISLAM DALAM TRADISI DUA KERATON MATARAM
Sekaten merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad dalam bentuk ritual upacara adat yang digelar oleh dua keraton ‘anak’ kerajaan Mataram, yakni Ngayogyakarto Hadiningrat (Yogyakarta) dan Surakarta Hadiningrat (Solo). Terdapat sejumlah kesamaan dan perbedaan dalam upacara di dua keraton tersebut.
Menyimak sejarah versi masing-masing, ditemukan kenyataan bahwa kedua keraton berbagi cerita sejarah mengenai asal-muasal lahirnya tradisi Sekaten tersebut, yakni dimulai pada masa Kesultanan Demak (abad ke-16), dan merupakan sebentuk upaya dakwah yang dilakukan para Wali melalui pendekatan seni-budaya.
Nafas seni-budaya sangat terasa dalam ritual upacara adat-keagamaan ini, di mana gamelan menjadi unsur penting di kedua keraton. Di keraton Yogya, gamelan Skaten terdiri dari dua perangkat, yakni gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur Madu. Di keraton Surakarta, dua perangkat gamelan yang menjadi bagian dalam ritual Sekaten bernama Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Di dua keraton tersebut, sejak beberapa hari sebelum 12 Robiul Awal (Maulud) gamelan akan dimainkan. Bedanya, di keraton Yogya, prosesi dimulai pada tanggal 6 Rabiul Awal (Maulud), sementara di keraton Surakarta sehari lebih awal, yakni 5 Rabiul Awal (Maulud).
Selama kurang lebih satu minggu, di Masjid Agung masing-masing keraton, gamelan-gamelan tersebut dimainkan. Selama itu pula seputaran Masjid Agung ramai dengan hiruk-pikuk pedagang dan warga yang ingin menyaksikan. Dalam tradisi keraton Yogyakarta, sejak sebulan sebelumnya, biasa juga digelar pasar malam dalam rangka memeriahkan upacara adat-keagamaan ini, sehingga Sekaten juga dikenal dengan sebutan Pasar Malam Perayaan Sekaten.
Pada 12 Rabiul Awal (Mulud), pagi menjelang siang, digelar prosesi Gerebeg Gunungan atau Gerebeg Mulud sebagai puncak Sekaten di masing-masing keraton. Gunungan sendiri merupakan istilah untuk aneka panganan yang disusun menyerupai gunung, yang melambangkan kesuburan dan kersejahteraan dua kerajaan Mataram tersebut. Aneka panganan dalam gunungan berupa hasil bumi, seperti buah-buahan, sayu-mayur, kue-kue, dan lain sebagainya. Di Keraton Surakarta, sepasang gunungan utama dikenal dengan sebutan Gunungan Kakung dan Gunungan Putri.
Warga yang sudah siap sedia sejak subuh tak jarang berebutan untuk mendapatkan aneka panganan dalam gunungan-gunungan tersebut. Bagi warga di lingkungan keraton, panganan-panganan itu lebih dari sekedar kudapan, melainkan sesuatu yang mengandung berkah, yang dianggap bisa membawa perlindungan dan kesejahteraan bagi yang memakannya.

Sumber : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1137/sekaten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...