Rabu, 02 November 2016

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR 2 #



 Materi Manusia dan cinta kasih 
Nama : Aqila Shabirah 
NPM : 11516002



1.      Pengertian manusia, cinta kasih dan kebudayaan menurut saya:
-           Pengertian Manusia
Manusia adalah makhluk yang memiliki sifat sosial, artinya manusia membutuhkan orang lain sehingga mereka membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya, kesempurnaan manusia terletak pada adab dan budayanya, karena manusia memiliki akal. Dengan akal, manusia dapat mengubah hal yang buruk menjadi baik ataupun sebaliknya dan manusia pun dapat menciptakan sesuatu. Manusia juga disebut makhluk ekonomi, maksudnya yaitu manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan hidupnya.
-          Pengertian Cinta kasih
Cinta adalah sebuah perasaan suka ataupun senang terhadap seseorang ataupun sesuatu. Sedangkan Kasih adalah perasaan saying atau suka disertai pengorbanan yang tulus. Cinta kasih memiliki beberapa tingkatan yaitu, sebagai berikut :
1.      Tingkat pertama adalah cinta kasih kepada Allah dan rasulnya. Cinta kepada Allah dapat menjadi pendorong seorang manusia untuk mencintai sesama manusia, kepada binatang dan alam ciptaan allah. Cinta kepada rasul Allah. Cara kita untuk mencintai Allah dengan beribadah kepadanya, selalu mengingat Allah dengan berzikir, bersedekah dan lainnya dan mentaati segala perintahnya juga menjauhi segala larangannya. Cara mencintai rasul yaitu dengan kita bersholawat atas rasul Allah, mengikuti sunnahnya,dan senang mengetahui sejarah rasul Allah.  Sebagaimana yang terdapat pada surat Al- Imran (3:31)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

2.      Tingkat kedua adalah cinta kasih kepada diri sendiri. Jika kita mencintai diri sendiri, kita akan terdorong untuk menjaga tubuh dan  kehormatannya. Cara kita mencintai diri sendiri yaitu dengan taat kepada Allah, selalu memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik, mensupport diri untuk selalu melakukan perbuatan baik dan masih banyak lagi cara kita mencintai diri sendiri. Hendaknya cinta manusia terhadap diri sendiri tidaklah berlebihan, cinta tersebut harus diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat baik terhadap sesama makhluk.
3.      Tingkat ketiga yaitu cinta kasih kepada sesama makhluk, baik sesama manusia, binatang, dan alam semesta. Cinta terhadap sesama makhluk memiliki manfaat yaitu agar manusia dapat hidup dengan keharmonisan dengan manusia lain, binatang dan alam. Karena di dunia manusia tinggal bersama makhluk hidup lainnya.
Jadi, cinta kasih adalah  perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Cinta kasih yang disertai tanggung jawab dapat membentuk kedamaian antara manusia dengan tuhan, antara sesama manusia dan antara sesama makhluk hidup.
-          Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan adalah hal yang diciptakan manusia dalam memenuhi kehidupan yang baik dan harmonis. Kebudayaan terwujud lewat perilaku manusia, kebudayaan meliputi aturan-aturan berisi tindakan yang dapat diterima atau ditolak dalam sekelompok manusia, dan kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan sekelompok manusia tertentu.



2.      Hubungan antara manusia, cinta kasih dan kebudayaan





Manusia, cinta kasih dan kebudayaan berhubungan erat dalam suatu kehidupan yang kompleks. Manusia yang merupakan makhluk sosial, yang akan saling bergantung satu sama lain. Hingga terjadi sebuah interaksi antar sesama manusia. Interaksi yang berlangsung terus menerus dalam kehidupan manusia dapat menimbulkan rasa ingin berbagi, menolong dan berbuat baik kepada manusia lain. timbulnya rasa ingin berbagi, menolong dan berbuat baik merupakan beberapa perwujudan dari cinta kasih. Pada hakikatnya cinta kasih tidak pernah terlepas dari kehidupan seorang manusia, dengan adanya cinta kasih antar manusia, manusia dapat menimbulkan rasa saling menghormati, menyanyangi dan mengasihi satu sama lain. untuk mempertahankan cinta kasih terhadap sesama, manusia membentuk suatu aturan-aturan yang akan meeka lakukan agar rasa saling menghormati, menyanyangi dan mengasihi tersebut tidak pudar atau hilang. Aturan-aturan itulah yang dapat kita sebut dengan kebudayaan. Dimana pun manusia berintraksi disitulah cinta kasih dan kebudayaan tercipta.
3.      - Contoh Kebudayaan yang berkaitan dengan cinta kasih terhadap sesama manusia 


Tatikolan (memotong ayam, sapi, kambing dan ikan) dikerjakan secara gotongroyong sehari sebelum hari H atau pelaksanaan nayuh (pesta), seperti yang dilakukan warga Lingkungan Simpangserdang Kecamatan Balikbukit. Gotong royong adat ini lah yang melekat pada masyarakat Lampung Barat, seperti halnya pada saat acara khitanan, nikah dan acara adat lainnya. acara tatikolan dilakukan setiap adanya acara nayuh, dimana semua saudara dan tetangga akan berdatangan untuk membantu memotong dan membersihkan untuk sayur pada pelaksanaan pesta sehari sebelumnya.
Tradisi seperti ini memang sudah turun temurun, menariknya saudara-saudara kami yang dari jauh akan berdatangan tanpa diberi tahu atau di undang. Inilah yang menunjukkan kekompakan masyarakat Lampung Barat untuk menjunjung tinggi adat istiadat
-          Contoh Kebudayaan yang berkaitan dengan cinta kasih terhadap tuhan

Bagi masyarakat Jawa kuno yang masih memegang teguh prinsip Kejawen, gunung merupakan sebuah area suci tempat bersemayamnya para dewa dan roh leluhur. Begitu pula dengan orang-orang dari suku Tengger yang secara silsilah garis keturunan, masih kerabat dekat dengan orang Jawa. Bagi mereka, Gunung Bromo adalah simbol agung singgasana Sang Hyang Widhi. Gunung eksotik yang berada di Kabupaten Probolinggo tersebut, menjadi sebuah tempat sakral untuk memuja para dewa dan roh leluhur di masa lalu pada puncak perayaan ritual Yadnya Kasada. Ritual Yadnya Kasada adalah sebuah upacara adat umat Hindu Suku Tengger yang diselenggarakan setiap tahun pada hari keempat belas bulan Kasada. Upacara yang selalu berlangsung pada saat bulan purnama ini, sudah dilangsungkan sejak abad ke-14. Para masyarakat Tengger meyakini dengan menggelar ritual Yadnya Kasada ini mereka akan dijauhkan dari malapetaka dan ternak serta hasil buminya akan melimpah. Selain menjadi simbol tolak bala dan wujud rasa syukur warga suku Tengger kepada Sang Hyang Widhi, ritual ini juga menjadi wujud penepatan janji mereka kepada Raden Hadi Kusuma dan ke-24 orang anak Dewi Rara Anteng dan Raden Jaka Seger yang menjadi cikal bakal lahirnya nenek moyang mereka.


Tugas IBD II RIKAYANTI (Hubungan Antara Manusia, Cinta Kasih, dan Kebudayaan)

Hubungan Antara Manusia, Cinta Kasih, dan Kebudayaan
Oleh: Rikayanti/Psikologi/16516415
                                                                                                       

1.      Manusia, cinta kasih, kebudayaan.
·         Manusia merupakan makhluk hidup yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, yang segambar dan serupa dengan Allah. Memiliki akal budi dan kehendak yang bebas.
·         Cinta kasih merupakan perpaduan dua kata yang memiliki pengertian tersendiri walaupun mengandung arti yang hampir sama. Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah pada orang atau yang dicintai.
Cinta kasih adalah  rasa sangat suka atau rasa sayang yang tercipta dari hubungan timbal balik antar manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya.        
·         Kebudayaan  merupakan kumpulan tradisi yang tercipta, terkumpul dan terpelihara dalam sebuah masyarakat.

2.     Hubungan antara Manusia, Cinta Kasih dan Kebudayaan
Ada manusia ada cinta kasih maka terciptalah kebudayaan. Hubungan ketiganya sangatlah erat sekali, harus saling berpegangan. Dimana manusia sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan dan cinta kasih itu sendiri. Seperti yang dikatakan Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia. Manusia dalam hidup kesehariannya tidak akan lepas dari kebudayaan dan cinta kasih. Manusia hidup karena adanya kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang manakala manusia  mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Oleh sebab itu, manusia harus memiliki rasa suka, atau rasa sayang terhadap suatu budaya, hidupkanlah rasa keinginan untuk memiliki dan mengembangkan budaya itu sendiri. Dengan demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena dalam kehidupannya tak mungkin tidak berurusan dengan hasil kebudayaan, setiap hari manusia melihat dan menggunakan kebudayaan, bahkan kadangkala disadari atau tidak manusia merusak kebudayaan.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dalam defenisi yang dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi ini, dapatlah disimpulkan bahwa kebudayaan itu merupakan hasil dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani agar hasilnya dapat digunakan untuk keperluan masyarakat, misalnya:
a)      Karya (kebudayaan material) yaitu kemampuan manusia untuk menghasilkan benda atau lainnya yang berwujud benda.
b)      Rasa, didalamnya termasuk agama, ideology, kebatinan, kesenian, dan semua unsur ekspresi jiwa manusia yang mewujudkan nila-nilai sosial dan norma-norma sosial.
c)      Cipta merupakan kemampuan mental dan berpikir yang menghasilkan ilmu pengetahuan.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu:
Ø  Eksternalisasi
Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
Ø  Obyektivasi
Proses dimana masayarakat menjadi realitas obyektif,  yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
Ø  Internalisasi
Proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

3.     Contoh Kebudayaan yang berkaitan dengan Cinta Kasih terhadap sesama Manusia dan terhadap Tuhan
·         Perayaan Satu Suro di Keraton Yogyakarta dan Surakarta
Masyarakat Jawa khususnya di Yogyakarta dan Solo (Surakarta) masih menjalankan tradisi malam satu Suro, malam tahun baru dalam kalender Jawa yang dianggap sakral bagi masyarakat Jawa. Malam satu Suro sangat lekat dengan budaya Jawa. Iring-iringan rombongan masyarakat atau yang biasa disebut kirab menjadi salah satu hal yang biasa kita lihat dalam ritual tradisi ini. Para abdi dalem keraton hasil kekayaan alam berupa gunugan tumpeng serta benda pusaka mennjadi sajian khas dalam iring-iringan kirab yang biasa dilakukan dalam tradisi Malam Satu Suro.
Di Solo, biasanya dalam perayaan malam satu Suro terdapat hewan khas yakni kebo (kerbau) bule yang menjadi salah satu daya tarik bagi warga yang menyaksikan perayaan malam satu Suro. Keikutsertaan kebo bule ini konon dianggap keramat oleh masyarakat setempat.
Di Yogyakarta perayaan malam satu Suro biasanya identik dengan membawa keris dan benda pusaka sebagai bagian dari iring-iringan kirab.
Tradisi malam satu Suro menitikberatkan pada ketentraman batin dan keselamatan. Karenanya, pada malam satu Suro biasanya selalu diselingi dengan ritual pembacaan doa dari semua umat yang hadir merayakannya. Hal ini bertujuan untuk mendapat berkah dan menangkal datangnya marabahaya.
·         Perayaan Mandok Hata Bagi Orang Batak
Mandok Hata adalah masa-masa berkontemplasi. Masyarakat Batak hanya melakukannya saat pergantian tahun. Bagi sebagian orang Batak, hal ini sama atau bahkan lebih penting dari perayaan Natal. Biasanya kebanyakan orang yang merayakan tahun baru dengan pesta, atau berkumpul bersama teman-teman untuk bakar-bakar jagung dan bercengkrama. Namun, beda halnya dengan  pergantian tahun bagi masyarakat Batak adalah waktunya Mandok Hata. Bagi orang Batak yang kental, acara Mandok Hata ini merupakan momen Tahun baru yang sangat penting, dimana keluarga besar berkumpul dan masing-masing orang dapat mengeluarkan semua ganjalan yang ada di hati, dari yang tua sampai yang muda, semuanya mengeluarkan unek-unek, bahkan sampai mengeluarkan air mata. Karena dalam acara ini, orang bisa mengatakan apa yang tidak disukai dan harapan ke tiap masing-masing orang.
Mandok Hata adalah tradisi turun temurun yang sudah dilakukan sejak lama. Tradisi ini semakin kental setelah agama Kristen diterima sebagian besar masyarakat Batak. Menariknya beberapa Batak muslim pun menerapkan tradisi ini. Namun, tergantung pada keputusan keluarga masing-masing.
Ketika memasuki waktu tengah malam sebagai tanda pergantian tahun, keluarga Batak akan berkumpul dan melakukan kebaktian kecil di dalam rumah. Dalam kebaktian tersebut, semua orang berdoa dan merenung dalam khidmat. Setelahnya baru Mandok Hata dilakukan dan kemudian ditutup dengan doa. Pengungkapan saat Mandok Hata itu ibarat intropeksi diri selama setahun terakhir. Dengan mengungkapkan perasaan, diharapkan pribadi akan menjadi lebih mawas diri, bersyukur, serta lebih dekat dengan Tuhan dan keluarga.
·         Upacara Adat Seren Taun di Cigugur-Kaki Gunung Ciremai (Wujud Syukur dan Cinta Lingkungan Hidup)
Upacara adat Seren Taun adalah ungkapan syukur dan doa masyarakat Sunda atas suka duka yang mereka alami terutama di  bidang pertanian selama setahun yang telah berlalu dan tahun yang akan datang. Selain ritual-ritual yang bersifat sakral, digelar juga kesenian dan hiburan. Dengan kata lain kegiatan ini merupakan hubungan antara anusia dengan Tuhan, dan juga dengan sesama makhluk atau alam baik lewat kegiatan kesenian, pendidikan, dan sosial budaya.
Seren Taun dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender Sunda. Upacara Seren Taun diawali dengan upacara ngajayak (Menjemput Padi) pada tanggal 18 Rayagung.
Dalam upacara Seren Taun, yang menjadi objek utama adalah Padi yang dianggap sebagai lambang kemakmuran. Bilangan 22 dimaknai sebagai rangkaian bilangan 20 dan 2. Padi yang ditumbuk pada puncak acara sebanyak 22 kwintal dengan pembagian 20 kwintal untuk ditumbuk dan dibagikan kembali pada masyarakat dan 2 kwintal digunakan sebagai benih. Ngajayak dalam bahasa sunda berarti menerima dan menyambut, sedangkan bilangan 18 (dalapan welas) berkonotasi welas asih yang artinya cinta kasih serta kemurahan Tuhan yang telah menganugerahkan segala kehidupan bagi umat-Nya di segenap penjuru bumi.

Sumber:






Selasa, 01 November 2016

tugas ilmu budaya dasar 2

  TUGAS
ILMU BUDAYA DASAR
             
 NAMA : AYU SEKARNI
   NPM     : 11516246
1. Jelaskan pengertian manusia, cinta kasih, dan kebudayaan menurut pendapat anda sendiri.
2. Jelaskan hubungan antara manusia, cinta kasih dan kebudayaan.
3. Berikan contoh kebudayaan yang berkaitan dengan cinta kasih terhadap sesama manusia dan terhadap tuhan.
 JAWAB
1. Manusia adalah mahkluk allah yang diciptakan menjadi khalifah di muka bumi dan makhluk berbudaya yang mampu berbicara, mengetahui baik dan buruk, dan lain sebagainya.  Hakikat manusia yaitu mahkluk ciptaan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai suat kesatuan yang utuh, mahkluk ciptaan tuhan yang sempurna [jika dibandingkan dengan ciptaan lainnya], mahkluk hayati dan budayawi, ciptaan tuhan yang berlingkungan dan mempunyai kemampuan bekerja dan berkarya, manusia juga memiliki akal untuk berpikir lain dengan mahkluk lainnya.
Cinta adalah perasaan yang lahir dari hati seseorang , timbul dengan sendirinya, tidak melihat waktu dan usia, suatu asa untuk ingin menyayangi dan memiliki, seperti perasaan cinta ibu kepada anaknya, perasaan cinta tuhan kepada umatnya yang bertaqwa. cinta yang tulus akan menimbulkan nilai2 kejiwaan yang selalu tulus dan berserah, cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Yang dimaksud dengan keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi, panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan panggilan nama atau sayang. Sedangkan kemesraan adalah rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau tidak bertemu, adanya ungkapan-ungkapan sayang. kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.    Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan. Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan. Macam-macam cinta kasih yaitu  Cinta kasih antar orang tua dan anak seperti Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian hari, Cinta kasih antara pria dan wanita seperti Seseorang pria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut, sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadis itu, Cinta kasih antara sesama manusia seperti Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu, Cinta kasih antara manusia dan Tuhan seperti Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya, orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya, Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya seperti Apabila seseorang menciptakan taman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanam tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menaruh cinta kasih atau menyayangi lingkungan hidupnya.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Jadi  Kebudayaan adalah merupakan hasil cipta nenek moyang kita, rasa serta karsa manusia dalam penuhi keperluan hidupnya yang kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, susila, hukum kebiasaan serta tiap-tiap kecakapan, serta rutinitas.
2. Cinta kasih seorang manusia bisa berbagai jenis seperti: cinta kasih terhadap pasangan,     terhadap orang tua, terhadap suatu pekerjaan yang memungkinkan dia mengeluarkan rasa cintanya tersebut. Manusia dan cinta kasih kepada manusia ssangat diperlukan agar suasana lingkungan sekitar kita tinggal terasa nyaman dan menimbulkan kehidupan rukun serta damai tanpa adanya perseteruan antara 2 orang ataupun lebih. Manusia tanpa cinta kasih bagaikan manusia tanpa perasaan dan akan membuat manusia itu berdarah dingin dan tidak peduli dengan lingkungan yang ada disekitarnya.

Manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan karena memang keduanya sangat berkaitan. Manusia normal mempunyai rasa cinta dan kasih kepada orang terdekatnya, banyak manusia pada zaman sekarang kehilangan rasa tersebut karena banyaknya tekanan seperti pekerjaan dan banyak hal yang bisa membuat manusia kehilangan rasa cinta dan kasih sayangnya. Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwasannya kasih dan cinta adalah  anugrah yang diberikan oleh Allah kepada manusia, dan itu semua fitrah manusia yang terlahir ke dunia. Adanya manusia bukanlah tanpa tujuan, Allah menciptakan manusia tidak untuk main-main. Dia mengatakan bahwa tujuannya diciptakan manusia tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepadanya. Oleh karena itu perasaan kasih dan perasaan cinta harus diimplementasikan dalam bingkai ibadah kepada Allah. Cinta dan kasih ada pada setiap diri manusia, dan ketika keduanya direfleksikan dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat maka akan tercipta hubungan saling tolong menolong, behu-membahu, dan semangat gotong-royong. Orang kaya akan membantu orang miskin, orang yang pintar akan mengajari orang yang belum berpengetahuan, seorang pimpinan akan senantiasa mengayomi masyarkatnya dengan berlaku adil. Meskipun cinta dan kasih akan menciptakan solidaritas atau pembelaan terhadap sesama, tetap saja akan bernilai salah jika tidak di bimbing oleh tuntunan wahyu atau al-kitab. Zabur, Taurat, Injil, dan al_Qur’an adalah kontrol atau aturan main untuk mengimplementasikan cinta dan kasih yang benar, supaya dapat bernilai ibadah di hadapan Allah. Contoh kasus, seperti halnya kaum homoseksual atau lesbian, mereka memiliki solidaritas yang baik, saling mencintai dan mengasihi tehadap sesamanya sehingga memperjuangkan haknya untuk dapat hidup bebas layaknya manusia normal, dengan dalih “semua manusia memiliki hak yang sama, hak untuk mengasihi dan menyangi, dan hak untuk bebas memilih jalan hidup”. Sekilas terlihat bahwa yang mereka perjuangkan tidak ada yang salah, toh manusia bebas untuk mencintai dan mengasihi sehingga ia berhak untuk memperjuangkannya. Namum ini tetap saja salah dan tidak dibenarkan karena bersebrangan dengan nilai-nilai agama yang tertulis dalam kitab suci atau budaya kita, bahwa lesbi dan homo itu adalah perbuatan dosa dan akan mendatangkan azab sebagaimana yang telah terjadi pada zaman nabi Luth. Contoh hubungan manusia, cinta, dan kasih yang tidak relefan telah penulis uraikan pada bagian pendahuluan, yaitu pada masa rezim Nazi dibawah kepemimpinan Adholf Hitler, yang mana ribuan jiwa melayang akibat cinta dan kasih yang salah kaprah.
3. Contoh kebudayaan yang berkaitan cinta kasih terhadap manusia yaitu Kebudayaan mengantri. kebudayaan mengantri itu sangat baik di masyarakat karena menghindari kita dari masalah. Kita sering melihat antrian bahkan ikut mengantri, itu dimaksudkan agar kita menghargai orang yang terlebih dahulu datang. Tetapi masih banyak orang yang tidak mengerti fungsi dari mengantri itu, maka dari itu masih ada orang yang berebut atau menyelak sebuah antrian, yang akan menyebabkan masalah atau percecokan terjadi antara sesama orang yang mengantri. Jika kita tidak mau mengantri lama sebaiknya kita datang lebih awal bukannya kita menyelak agar kita dahulu yang dilayani.
Contoh kebudayaan yang berkaitan cinta kasih terhadap tuhan yaitu merayakan bulan maulid atau kelahiran nabi. Merayakan maulid itu sudah hampir semua umat  islam merayakannya dengan cara: pada hari H semua umat islam membacakan sholawat nabi di majlis atau tempat yang nyaman baginya setelah itu ada acara hiburan, ceramah, pembagian shodaqoh dll tergantung adat istiadatnya.
Sumber: http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html

Manusia, Cinta Kasih dan Kebudayaan

TUGAS IBD 2
Nama: Adilla Novita
NPM: 10516168

Manusia merupakan mahluk hidup yang mampu berfikir, berjiwa, dan yang mampu memiliki keturunan. Maka dari itu manusia dapat di katakan sebagai mahluk sosial yang membutuhkan interaksi sosial dengan manusia lain. Manusia adalah mahluk yang selalu membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Manusia memiliki keinginan biologis yang harus terpenuhi seperti keinginan untuk makan, bertahan hidup, menjaga diri, memiliki keturunan. Semua hal tersebut membuktikan bahwa seorang individu selalu membutuhkan individu lain sebagai bentuk upaya memenuhi keinginannya.
Cinta adalah rasa suka, rasa sayang ataupun rasa tertarik hatinya atau ingin memiliki antar individu. Sedangkan, kasih adalah perasaan sayang atau perasaan menyukai kepada atau menaruh kasih atau belas kasihan. Cinta dan kasih memiliki arti yang sangat dekat dan berhubungan, rasa kasih melengkapi rasa cinta. Makan dari itu cinta kasih dapat di artikan sebagai perasaan suka atau sayang antar individu yang disertai belas kasih.
Cinta memiliki 3 unsur tersendiri yaitu:
1.      Keterikatan, adanya perasasaan untuk selalu bersama, menjadikannya prioritas utama.
2.      Keintiman, kebiasaan atau tingkah laku yang menunjukan kedekatan
3.      Kemesraan, adanya rasa rindu ketika jauh atau ucapan ungkapan sayang
Cinta dan Kasih memiliki 3 tingkatan yaitu:
1.      Tingkat tinggi merupakan cinta kepada tuhan dan malaikatnya
2.      Tingkat menengah merupakan cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami/istri
3.      Tingkat rendah merupakan cinta kepada keluarga, kerabat, harta, tempat tinggal

Secara sederhana cinta kasih adalah perasaan kasih sayang yang bersamaan dengan rasa kasih atau ketulusan dalam mennyukai atau mencintai seseorang atau benda yang dapat di ungkapkan dan dapat di pertanggungj jawabkan. Tanggung jawab disini di artikan yang baik, positif, bermanfaat, saling menguntungkan, keserasian, keseimbangan dan tentu kebahagiaan.
Kebudayaan adalah suatu kebiasaan atau cara hidup yang berkembang dalam masyarakat tertentu  bersama kelompoknya di miliki bersama dan di wariskan turun temurun dari generasi ke generasi seterusnya. Budaya terbentuk dari beberapa unsur yang cuup kompleks. Kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan, struktut sosial bahkan religius dll. Kebudayaan memiliki 3 wujud antara lain:
1.      Sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
2.      Suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam suat masyarakat
3.      Sebagai benda hasil karya manusia
Apa sih hubungannya?
Manusia yang merupakan mahluk sosial dapat berinteraksi sosial antarsesama manusia sehingga timbullah lingkaran pertemanan. Pertemanan antara individu yang berbeda menimbulkan adanya rasa kasih kepada sesama, menghargai antar teman. Berawal dari pertemanan yang cukup dekat, akan ada kemungkinan tumbuhnya rasa suka, rasa sayang, dan rasa mencintai seseorang. Dengan adanya kedekatan berlebih antar manusia tersebut, maka terjadilah pernikahan dan adanya akulturasi. Karena pertemanan yang terjadi dalam ruang lingkup itu tidak menutupi kemungkinan bahwa mereka berasal dari kebudayan yang berbeda2. Karena Indonesia sendiri merupaka negara yang terdiri dari banyak suku budaya. Maka perbedaan antara budaya dari orang yang saling berteman lalu saling mencintai itulah terjadi akulturasi. Maka saling menghargai dan menyukai antar manusia dalan unsur kebudayaan Manusia membutuhkan dukungan moral, pengakuan terhadap harga diri dan juga  kasih sayang orang lain
Perasaan yang ada pada diri manusia mampu menimbulkan seni dan cinta. Perasaan manusia seandiri terdiri atas:
1.      Perasaan Intelektual
Perasaan yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan
2.      Perasaan Estetis
Berkaitan dengan keindahan
3.      Perasaan etis
Berkaitan dengan kebaikan atau pun keburukan suatu hal
4.      Perasaan diri
Perasaan yang berkaitan dengan harga diri seseorang
5.      Perasaan sosial
Perasaan yang berkaitan dengan interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya
6.      Perasaan Religious
Perasaan antar manusia dengan tuhan
Berikut contoh kebudayaan yang berkaitan dengan cinta kasih terhadap sesama manusia dan terhadap tuhan:
Beberapa waktu lalu telah di temukan fenomena unik yaitu adanya tradisi “wanita melamar pria di lamongan”. Pada saat itu hal ini cukup menjadi viral di Indonesia, karna pada hakikatnya umumnya pria lah yang melamar wanita. Namun berbeda dengan tradisi di lamongan ini.


Ada satu pernikahan yang sempat menjadi viral, pernikahan sederhana yang dilangsungkan di tempat tinggalnya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sesuai tradisi di Lamongan dan di beberapa daerah pesisi pantai utara, perempuan lah yang melamar laki-laki. Budaya ini terbilang unik di karenakan tidak lazimnya terjadi di daerah lain. Tradisi ini telah berjalan sejak dulu. Awalnya pengantin perempuan yang pertama kali menanyakan pada pihak pria. Bahkan beberapa ada yang membawa seserahan untuk sang pengantin pria. Setelah pihak perempuan melamar selanjutnya pihak laki-laki akan membalas kunjungan sambil memberikan jawaban atas lamaran dari sang wanita. Tidak jarang bahwa pihak wanita akan mendesak melalui seorang utusan atau pihak ketiga, saat pihak laki-laki tak kunjung membalas lamaran. Selanjutnya kedua belah pihak akan menyepakati waktu pernikahan.
Setelah di usut ternyata sejarahnya konon tradisi itu telah belangsung sejak masa pemerintahan Raden Panji Puspokusumo, penguasa Lamongan pada 1640-1665. Dalam kisahnya, beliau memiliki anak kembar bernama Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris. Kedua pangeran tersebut hobi meyabung ayam. Suatu hari saat keduanya sedang mengikuti sabung ayam di daerah Wirosobo, ketampanan pangeran kembar itu menarik putri kembar raja Wirosobo. Kedua putri cantik itu pun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kendati di anggap melanggar norma saat itu, Raja Wirosobo akhirnya melamar kedua pangeran kembar penguasa Lamongan itu. Desakan kedua putri kembar kesayangannya itulah yang membuatnya berani melanggar norma yang ada. Sejak saat itulah tradisi perempuan melamar laki-laki mulai di berlakukan. Budaya itu pun di anggap sebagai budaya leluhur yang tetap terjaga hingga kini.
Meskipun kebudayaan itu telah berjalan bertahun-tahun di daerah tersebut namun tetap saja akan terasa aneh bagi masyarakat daerah lain yang mendengarnya. Dan kemungkinan kebudayaan tersebut di anggap menyimpang dari hakikat laki-laki atau norma yang ada. Namun tetap saja seperti yang saya jelaskan di atas, kebudayaan merupakan tradisi atau hal yang terjadi secara turun-temurun di lingkungan masyarakat. Sama halnya dengan tradisi yang saya paparkan di atas. Tradisi harus tetap di jalani agar tetap dapat di lestarikan agar tidak punah tertelan oleh jaman yang sudah semakin modern ini. Rasa cinta manusia terhadap sesama, terhadap kebudayaan yang dimilikinya dan terutama kepada tuhan harus di pupuk agar semakin baik kedepannya.ketiga hal itu tidak dapat di leapskan hubungannya dengan manusia, karena ketiga hal itu merupakan unsur yang ada pada manusia. Tuhan sebagai penciptanya, kebudayaan sebagai disiplinnya atau norma adatnya, cinta kasih sebagai ungkapan perasaan manusia terhadap yang di sukainya.

Source:
http://gurupintar.com/threads/jelaskan-pengertian-manusia-sebagai-makhluk-sosial.1049/
http://dokumen.tips/documents/pengertian-manusia-secara-bahasa-dan-istilah.html
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-makhluk-sosial/

http://m.merdeka.com

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...