Selasa, 04 Juli 2017

tugas 7 MIAD Andre Dwi Cahyo



Teori Alam Semesta
1. Teori Keadaan Tetap (Steady-State Theory)
Teori keadaan tetap didasari pada  prinsip kosmologi sempurna. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ada tanpa awal dan tetap ada tanpa akhir. Hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa setiap galaksi memiliki jumlah yang tetap sama meski ada pada kurun waktu yang berbeda. Dalam teori ini tidak dikenal istilah penciptaan ataupun kiamat. Alam semesta ada dan akan tetap ada. Teori asal usul alam semesta ini sebetulnya merupakan teori yang paling jadul. Dan dikemukakan pada saat teknologi belum canggih seperti sekarang ini. Sekarang, teori keadaan tetap sudah tidak lagi dipercayai oleh kebanyakan orang kecuali mereka yang tidak beragama (atheis).
2. Teori Dentuman Besar (Big-Bang Theory)
Hipotesis teori dentuman besar (Big-Bang) dikemukakan pertama kali oleh George Lematitre.  Teori ini menyebutkan bahwa asal usul alam semesta dimulai dari sebuah primeval atom atau atom yang sangat padat. Suatu saat karena terlalu padat dan memiliki energi kalor yang tinggi, atom ini  meledak hingga semua materinya terlempar ke seluruh penjuru ruang hampa yang ada di sekitarnya. Sejak ledakan itu, semua partikel ledakan atom tersebut (planet, asteroid, meteorid, dll.) berekspansi hingga ribuan juta tahun. Dari ekspansi tersebut timbulah dua gaya yang saling berlawanan yaitu gaya gravitasi dan gaya repulse kosmis. Teori ini menyebutkan bahwa suatu waktu, ekspansi tersebut pasti akan berhenti. Berarti secara umum teori ini berlawanan dengan teori keadaan tetapkarena mengenal penciptaan dan kiamat.
3. Teori Nebular
Hipotesis teori nebular dikemukakan pertama kali oleh Laplace pada tahun 1796. Teori ini menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari kondensasi awan atau kabut gas yang sangat panas. Kondensasi itu membentuk bagian-bagian terpisah yang terus berputar. Pada bagian tengah kondensat, partikel memusat dan memampat sehingga terbentukklah matahari. Pada partikel yang berada di sisi juga berputar dan membentuk planet-planet dan sisa kondensat membentuk satelit, asteroid, meteor, dan lain sebagainya.

Anggota Tata Surya
1. Matahari
Matahari? Siapa yang tidak tahu dengan matahari. Matahari ini yang biasa kita lihat ketika siang hari dikala cuaca cerah, yang memancarkan cahaya dan  panas ke bumi. Tahukah kalian dari apa terbentuknya matahari? Humm, matahari ini terbentuk dari kabut gas dan debu yang disebut dengan Nebula. Matahari juga menjadi pusat pada tata surya kita. Matahari dapat memancarkan panasnya karena terjadi reaksi fusi inti hidrogen menjadi helium pada pusat matahari. Dari terjadinya hal tersebut, menghasilkan panas yang sangat tinggi sehingga merambat sampai keluar bola matahari dan memancar ke ruang angkasa sehingga mencapai bumi. Selain itu, matahari juga memiliki gaya tarik bumi yang disebut gaya gravitasi. Seperti, benda yang dilempar ke atas akan turun kebawah, akibat adanya gaya tarik bumi. Matahari juga melakukan rotasi (perputaran pada porosnya) yaitu ke arah negatif, yang berlawanan dengan jarum jam.
2. Planet
Planet-planet merupakan benda langit. Planet ada 9 macam yaitu planet Markerius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Planet-planet tersebut mengelilingi matahari dan memiliki ukuran yang berbeda-beda. Akan tetapi menurut penelitian para astronom, ada satu planet yang menjadi sebuah pertanyaan yaitu planet Pluto. Planet Pluto berukuran lebih kecil dibandingkan planet lain. Sehingga para ilmuan astronomi memutuskan untuk mengubah status planet Pluto menjadi planet Kerdil.
3. Asteroid
Terbentuknya asteroid berawal dari pecahan-pecahan planet. Kemudian pecahan-pecahan planet tersebut hancur menjadi kepingan-kepingan karena suatu bencana di angkasa. Sehingga pecahan tersebut hancur dan membelah menjadi empat kepingan yaitu kepingan Ceres, Pallas, Vesta dan Yuno. Inilah yang dinamakan Asteroid. Asteroid terletak dalam sebuah sabuk diantara planet Mars dan Yupiter. Karena ukurannya lebih kecil dari planet, asteroid sering disebut dengan Planetoid.
4. Komet
Komet adalah benda langit yang beredar mengelilingi matahari. Komet memiliki cahaya terang pada bagian tengahnya. sama halnya dengan bintang. Namun bedanya, bintang tidak memiliki buntut atau ekor. Sedangkan komet memiliki buntut yang menyerupai kabut.
5. Meteor
Meteor merupakan benda angkasa yang bergerak bebas dan melintas dengan tidak beraturan diluar angkasa, kemudian meluncur ke dalam atmosfer. Atmosfer ini adalah lapisan kulit bumi. Pada saat meteor meluncur dan masuk ke atmosfer terjadi sebuah gesekan udara, sehingga meteorpun habis terbakar sebelum permukaan bumi. Nah, dengan adanya atmorfer dapat melindungi bumi dari jatuhnya meteor yang berasal dari luar angkasa.


Daftar Pustaka
http://kisahasalusul.blogspot.com/2014/07/inilah-6- teori-asal- usul-alam-semesta.html
https://gurumurid.com/pengertian-dan- kelompok-anggota- tata-surya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...