Jumat, 07 April 2017

Tugas Matematika & Ilmu Alamiah Dasar 1 Pertemuan ke-2



Nama   : Nadya Farhana
NPM   : 15516275
Kelas   : 1PA12
Dosen : Rizqi Intansari Nugrahani, Spsi, Msi
Tugas Matematika & Ilmu Alamiah Dasar 1 Pertemuan ke-2
Perkembangan Ilmu Alam
Dibagi menjadi dua yaitu ada Tahap Deskriptif & Kualitatif dan Tahap Simulatif & Kuantitatif.
·         Tahap Deskriptif & Kualitatif yaitu observasi dan pencatatan atas gejala alam yang dilihat, disimpulkan dan diklarifikasikan
·         Tahap Simulatif & Kuantitatif yaitu simulasi peristiwa alam dan kuantitatifnya dengan menggunakan matematika.

Metode Ilmu Alam
Rasionalisme adalah pola pikir mencari kebenaran ilmiah dengan menggunakan akal. Sumbernya ada pada ide yang ada falam pikiran, mencari kebenarann melalui kemamppuan percaya pada kebenaran yang diyakini sendiri sendiri.

Empirisme adalah pentingnya pengalaman melalui pengetahuan indera. Gejalanya diungkap melalui pendinderaan. Empirisme ini juga mempunyai kelemahan yaitu fakta itu memerlukan tafsiran.

Metode Ilmiah
Metode Ilmiah dibagi menjadi empat yaitu:
·         Obyektif, artinya sesuai dengan obyek dan tidak mengada – ada
·         Metodik, yaitu dengan menggunakan cara-cara yang teratur
·         Sisematik, yaitu menjelaskan menjadi satu kesatuan yang utuh
·         Berlaku umum, pengetahuan berlaku untuk semua orang

Langkah-langkah Metode Ilmiah
·         Perumusan Masalah, pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana obyek yang diteliti
·         Penyusunan Hipotesis
·         Pengujian Hipotesis, pengumpulan fakta-fakta yang relavan dengan hipotesis yang diajukan
·         Penarikan Kesimpulan, didasarkan atas penilaian melalui analisis fakta-fakta

Sarana Berfikir Ilmiah
Yaitu ada Bahasa, Logika, Matematika dan Statistika

Penginderaan
Penginderaan salah satu yang terpenting dari metode ilmiah. Semua yang tidak dapat diindera maka tidak dapat diselidiki. Manusia mempunyai lima penginderaan, yaitu penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap, dan perasa. Memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan penginderaan yang tajam.
Cara meningkatkan penginderaan yaitu dengan cara latihan, instrumen dikalibrasi, pengecekan, eksperimen dan instrumen baru.

TUGAS MIAD PERKEMBANGAN ILMU ALAMIAH CITRA EPINA INDATIRANI

Nama :  Citra Epina Indatirani
Kelas  : 1PA12
NPM  :  11516633

PERKEMBANGAN ILMU ALAM
     Pada hari selasa tanggal 4 april 2017, mata kuliah Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar yang membahas tentang ‘Perkembangan Ilmu Alam’. Perkembangan ilmu alam adalah berkaitan dengan jagat alam di dunia ini. Beberapa tahap yang dilakukan dalam perkembangan ilmu alam.
1.      Tahap Deskriptif & Kualitatif
Kegiatan ilmu pengetahuan alam dimulai dengan observasi dan pencatatan gejala-gejala alam yang diamati. Observasi dan pencacatan atas gejala alam yang akan disimpulkan, dilihat kesamaan atau perbedaannya, disederhanakan dan diklasifikasikan. Contohnya: seseorang melakukan penelitian dengan melihat dan mengamati gejala-gejala alam disekitar dan mendapatkan data yang diamati oleh peneliti untuk dapat dipertanggung jawabkan.
2.      Tahap Simulatif & Kuantitatif
Simulasi dengan menirukan/mengulangi peristiwa alam, percobaan. Kuantitatif berkembang dengan penggunaan matematika sehingga meningkatkan daya kontrol : lebih cepat, tepat dan hasilnya mendekati kebenaran.

METODE ILMU ALAM
             Rasionalisme

  •     Merupakan metode dasar atau pola pikir dalam mencari kebenaran ilmiah dengan menggunakan akal/rasio. Artinya apa yang dilakukan atau diteliti harus berdasar dari pikiran untuk mendapatkan kebenaran atas apa yang kita teliti. Kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta.
  •   Bersumber pada ide kebenaran yang ada dalam pikiran, mencari kebenaran melalui kemampuan akal tanpa merasa perlu ditunjang fakta.
  •         Kelemahannya: setiap orang percaya kepada kebenaran yang diyakini sendiri-sendiri. Tidak semua kebenaran yang masuk akal / logis, bisa diterima berdasarkan dengan pengalaman.
                   
                   Empirisme

  •      Pentingnya pengalaman melalui pengetahuan indera. Artinya apa yang dialami menggunakan indera yang jelas. Indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan lain sebagainya. Semua pengetahuan betapapun rumitnya dapat dilacak kembali dan apa yang tidak dapat bukanlah ilmu pengetahuan.
  • Gejala alam bersifat konkrit & dan diungkap melalui penginderaan.
  •   Kelemahan : fakta yang tidak mampu menerangkan, fakta memerlukan tafsiran. Kebenaran berdasarkan pengalaman sifatnya tentatif atau tidak kekal. Kebenaran pada pengalaman di masa lalu belum tentu bisa diterima pada masa kini.
              
           METODE ILMIAH

  •          Obyektif : artinya pengetahuan itu sesuai dengan obyeknya.
  •       Metodik : artinya pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang terarur dan terkontrol.
  •        Sistematik : artinya pengetahuan itu tidak disusun dalam suatu sistem di mana satu sama lain saling berkaitan dan saling menjelaskan, sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh.
  •   Berlaku umum : artinya pengetahuan tidak hanya berlaku dalam diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
          
                                LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH

  •    Perumusan masalah : yang dimaksud dengan perumusan masalah adalah pertanyaan apa, mengapa, bagaimana tentang objek yang diteliti. Misalnya, apa tujuan dan manfaat dalam melakukan penelitian ini ? mengapa itu diteliti ? bagaiman bisa ditujukan kepada objek yang akan diteliti.
  •  Penyusunan hipotesis : suatu pernyataan yang menunjukan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk memecahkan masalah yang telah ditetapkan. Hipotesi merupakan dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada. Hipotesis juga dipandang sebagai jawaban sementara dari permasalahn yang harus diuji kebenarannya dalam suatu observasi atau eksperimentasi.
  •   Pengujian hipotesis : yaitu pengumpulan fakta yang relevan dengan hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang mendukung hipotesis tersebut atau tidak. Fakta ini dapat diperoleh melalu pengamatan langsung dengan mata atau melalui teleskop atau dapat juga melalui uji coba atau eksperimentasi.
  •         Penarikan kesimpulan : penarikan kesimpulan didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta atau data. Untuk dilihat apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau tidak. Hipotesis dapat diterima bila fakta-fakta yang terkumpul itu mendukung pernyataan hipotesis. Hipotesis yang diterima merupakan suatu pengetahuan yang kebenarannya telah dijui secara ilmiah, dan merupakan bagian dari ilmu pengetahuan.
                              
                         SARANA BERPIKIR ILMIAH

  •     Bahasa : bahasa merupakan serangkaian bunyi yang digunakan sebagai alat komunikasi, dan lambing dari serangkaian bunyi yang membentuk arti tertentu. Dengan bahasa manusia dapat mengomunikasikan segenap pengalaman dan pemikiran mereka. Pengalaman dan pemikiran yang berkembang membuat bahasa pun ikut berkembang.
  •         Logika : logika adalah jalan pikiran yang masuk akal. Logi disebut juga sebagai penalaran dan merupakan gabungan dari berpikir deduktif dan induktif.
  •     Matematika : matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari  pernyataan yang ingin disampaiakan. Matematika bersifat: jelas, spesifik, informative dan tidak emosional. Matemstika mengembangkan cara berpikir deduktif artinya dalam melakukan penemuan ilmu dilakukan berdasarkan premis-premis tertentu.
  •          Statistik : statistik mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik tersebut, makin besar contoh atau sampel yang diambil maka makin tinggi tingkat ketelitian kesimpulan tersebut.

                               PENGINDERAAN

  •          Penginderaan merupakan langkah pertama dari metode ilmiah dan segala sesuatu yang tidak dapat diindera, maka tidak dapat diselidiki oleh ilmu alamiah. Seperti halnya pikiran, tidak dapat kita indera secara langsung tetapi, efeknya dapat ditunjukan dalam bentuk tingkah laku. Untuk meminimalkan subjektifitas penginderaan, sering kali pengamatan menggunakan instrumen standar  Contohnya: untuk mengetahui suhu air, tidak cukup dengan kulit atau tangan, tetapi perlu dibantu dengan termometer.
  •       Manusia mempunyai indera yang sama dengan beberapa jenis hewan lain. Hanya saja yang membedakan adalah pada kecerdasan.
  •         Penginderaan yang tepat adalah sulit. Memerlukan waktu yang lama dan dicoba berkali (Trial and error)
  •          Agar penginderaan tepat dan benar, maka harus dikontrol dan dicek kembali, karena kemampuan indera manusia terbatas.
                               
                                PENINGKATAN PENGINDERAAN

  • Latihan: melakukan latihan agar dapat mengetahui seberapa jelas penginderaan seseorang.
  •   Instrument harus dikalibrasi
  • Pengecekan
  •   Eksperimen: penginderaan dalam kondisi yang dikontrol
  •   Instrument baru

Tugas 4 MIAD (Winda Lilis Sana)

Nama               : Winda Lilis Sana
Kelas/ Npm     : 1 PA 12/ 17516664
Tugas               : Pertemuan 2
Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
1.      Perkembangan Ilmu Alam
Perkembangan ilmu alam dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Tahap deskriptif dan kualitatif
Kegiatan IPA yang dimulai dengan observasi dan pencatatan atas gejala-gejala alam yang diamati. Dari pengumpulan hasil observasi kesamaan atau perbedaannya. Selanjutnya timbul kebutuhan untuk menyederhanakan dengan proses klasifikasi dan stematisasi sehingga akan diperoleh prinsip-prinsip yang lebih mendasar dan bersifat umum.
b.      Tahap simulatif dan kuantitatif
Simulasi adalah menirukan atau mengulangi peristiwa alam dengan melakukan percobaan. Kuantitatif berkembang sebagai akibat penggunaan matematika sehingga dapat meningkatkan daya kontrol (lebih cermat, tepat) dan hasilnya mendekati kebenaran.
2.      Metode Ilmu Alam
a.       Rasionalisme
Rasionalisme adalah paham yang mengatakan bahwa akal adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan.
Kelemahan rasionalisme à rasionalisme hanya berpikir yang keluar dari akal budinya saja yang benar, tanpa memperhatikan objek-objek rasional secara peka.
b.      Empirisme
Empirisme adalah paham yang mengajarkan bahwa yang benar ialah yang logis dan ada bukti empirisnya. Pengetahuan diperoleh dengan perantara indera.
Kelemahan empiris à fakta yang tidak mampu menjelaskan, faktanya memerlukan tafsiran.
3.      Metode Ilmiah
a.       Obyektif à pemikiran yang sesuai dengan objeknya (kenyataan yang objektif) tanpa adanya pengaruh pendapat pribadi.
b.      Metodik àpengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
c.       Sistematik àpengetahuan ilmiah yang tersusun dalam suatu sistem yang saling berkaitan, antara komponen yang satu dengan komponen lainnya, sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh.
d.      Berlaku Umum à pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseorang atau beberapa orang saja, tetapi semua orang dengan cara eksperimen yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
4.      Langkah-langkah Metode Ilmiah
1)      Perumusan masalah bertujuan untuk memperjelas masalah. Dengan mengajukan beberapa atau serangkaian pertanyaan (apa, mengapa, ataupun bagaimana) terhadap masalah yang ada dan mengarahkannya menjadi bagian apabila masalah utama terlalu besar.
2)      Penyusunan hipotesis, hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktikan berdasarkan data yang telah dianalisis.
3)      Pengujian hipotesis, pengumpulan data yang relevan dengan hipotesis dengan hipotesis yang telah diajukan. Data tersebut dapat diperoleh dengan cara pengamatan atau uji coba.
4)      Penarikan kesimpulan, didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta/ data, untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan diterima atau tidaknya.
5.      Sarana Berfikir Ilmiah
a.       Bahasa, merupakan alat komunikasi verbal yang dipakai dalam seluruh proses berfikir ilmiah, dimana bahasa merupakan alat berfikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain.
b.      Logika, adalah sarana untuk berfikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
c.       Matematika, adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan. Lambang yang ada pada matematika bersifat artifisial artinya lambang itu mempunyai arti jika sudah diberi makna.
d.      Statistika, merupakan sarana berpikir yang diperluaskan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah.
6.      Penginderaan
Penginderaan merupakan langkah pertama dari metode ilmiahdan segala sesuatu yang tidak dapat diindera, maka dapat diselidiki oleh ilmu alamiah, walaupun penginderaan tidak selalu langsung. Agar penginderaan tepat dan benar, maka perlu pengulangan. Pengulangan itu dapat dilakukan oleh orang lain. Penginderaan yang tepat adalah sulit. Memerlukan waktu yang lama dan dicoba berkali-kali.
7.      Peningkatan Penginderaan
a)      Latihan, contoh pengindraan tentang bau dan bunyi (kualitas minuman anggur, teh, alat musik).
b)      Kalibrasi Instrumen (peneraan adalah membandingkan instrumen dengan  standar yang ada.
c)      Pengecekan, merupakan hal yang baik untuk menghindari halnya kekeliruan.
d)     Eksperimen, penginderaan dalam kondisi yang dikontrol dengan eksperimen kita mengetahui faktor-faktor apa saja yang sangat mempengaruhi terhadap suatu perubahan.
e)      Instrumen Baru, bisa melakukan pengindraan baru. Seperti lie detector, Teleskop, satelit dll.



Tugas MIAD 1 Ayu sekarni

pertemuan ke-2
Nama : Ayu sekarni(11516246)
Kelas : 1PA12


Matematika dan ilmu alamiah dasar
Ilmu Alamiah Dasar merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Terjadinya alam itu butuh proses dan alam juga memiliki  perkembangan pesat yang dikarenakan apa yang dikaji sudahlah paten dan sudah di teliti dan pembuktianya benar sehingga pengkajianya tidak serumit ilmu lainnya. Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan perkembangan kebudayaan manusia yang berlangsung secara bertahap yaitu tahap pertama adalah observasi dan pencatatan atas gejala alam yaitu awal mulanya gejala alam itu dicatat lalu disimpulkan dan diklasifikasikan agar dapat membedakan  dan persamaanya. Tahap kedua adalah proses simulasi, yaitu dengan menirukan atau mengulangi peristiwa alam dengan jalan melakukan percobaan-percobaan, dengan Sifat kuantitatif karna dapat meningkatkan daya kontrol dan daya ramal dari ilmu serta dapat memberikan jawaban yang lebih eksak. Metode ilmu alam rasionalisme yaitu pengetahuan yang dapat diandalkan karena bukan berasal dari pengalaman, melainkan dari sebuah pikiran, dan pikiran dapat memahami prinsip, maka prinsip itu harus ada, artinya prinsip harus benar dan nyata dan Prinsip itu tidak dikembangkan dari pengalaman karena pengalaman hanya dapat dimengerti jika ditinjau dari prinsip itu. Emperisme yaitu mendasarkan teori pengetahuan pada pengalaman yang ditangkap oleh pancaindra. Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis dan dengan cara-cara terrtentu yang teratur lalu sesuai dengan obyeknya dan pengetahuan juga berlaku kepada semua orang. Langkah-langkah metode ilmiah Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut: Merumuskan masalah yaitu Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah dan Permasalahan harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Merumuskan hipotesis yaitu jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Mengumpulkan data yaitu mengumpulkan data  sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis, diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. Menguji hipotesis yaitu tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut, Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Merumuskan kesimpulan yaitu langkah terakhir menjelaskan kembali apa yang telah didata atau peroleh secara singkat. Sarana berfikir ilmiah merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuhnya yaitu Bahasa yaitu Dengan bahasa manusia dapat mengkomunikasikan segenap pengalaman dan pemikiran mereka. Pengalaman dan pemikiran yang berkembang membuat bahasa pun ikut berkembang. Logika yaitu jalan pikiran yang masuk akal atau bisa dikatakan penalaran. Matematika yaitu pengetahuan yang disusun secara konsisten berdasarkan logika deduktif. Statistika yaitu  merupakan sarana berpikir ilmiah yang diperlukan untuk memproses pengetahuan secara ilmiah dan Statistika membantu melakukan proses generalisasi dan menyimpulkan karakterisrtik  suatu kejadian secara lebih pasti dan bukan terjadi secara kebetulan. Penginderaan merupakan langkah pertama dari metode ilmiah dan segala sesuatu yang tidak dapat diindera, maka dapat diselidiki oleh ilmu alamiah, walaupun penginderaan tidak selalu langsung. Seperti halnya pikiran, tidak dapat kita indera secara langsung, tetapi efeknya dapat ditunjukkan dalam bentuk tingkah laku. Peningkatan penginderaan yaitu sering kali latihan pengamatan dengan menggunakan instrumen standar, Eksperimen yaitu untuk menunjukkan bukti, sehingga jawaban yang bersifat dugaan itu menjadi jawaban yang benar atau alamiah.


Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar Tugas 9

Nama  : Intan Justitia Dewi Top of Form Bottom of Form Kelas  : I PA 12 NPM  : 18516337 The Great Blue Hole, Jurang Terdalam ...